Thursday, November 3, 2011

Bandung-Bogor-Bandung-Bogor-Bandung

Kalau dihitung, gue udah 5 kali pulang dari Bandung ke rumah dengan moda transportasi yang berbeda-beda pula.

Pertama kali gue pulang ke Bogor, pas lagi cabut ospek itu....(uppss), gue sama Luluk (temen SMA + kulihe + sekamar asrama) kebelet pulang karena udah jenuh sama kegiatan ospek yang, errr, bener-bener bikin capek. Jadilah kita berangkat ke Cipaganti, naik travel jurusan Buah Batu - Lenteng Agung. Itu pertama kalinya gue naik travel dan gue gatau mesti turun dimana -_-" nice bangetlah judulnya. Untungnya si travel ini melewati stasiun Lenteng Agung dan turunlah gue di stasiun itu, oke eksperimen pertama sukses! Tapi kesimpulannya, naik Cipaganti = bukan mahasiswa

Pulang kedua, well karena pas libur lebaran, gue naik Cipaganti (lagi) yang door to door karena bawaan gue lumayan banyak. Pastinya pulang yang kedua sukses, judulnya aja door to door -_-" tapi kesimpulannya sama kayak yang pertama, Cipaganti door to door = lebih bukan mahasiswa.

Pulang yang ketiga, gue mencoba mencari alternatif lain, BIS ! Kata temen gue, bukan mahasiswa kalo lo naik travel terus, yaudin gue coba naik bis bareng Aziz dan Keni. Kita berpetualang naik angkot bandung yang, najis, lamaaaaa banget ngetemnya dan sekalinya kena lampu merah tuh bisa abad depan baru jalan (lebay). Sesampainya gue di terminal, gue udah ngejudge buruk aja nih untuk alternatif yang satu ini. Gila bo, naik angkotnya aja ngabisin IDR 7000 sendiri (3 kali naik angkot ceritanya). Terus gue nguntil-nguntilin si Aziz kedalam terminal karena emang ini pertama kalinya gue ke Leuwipanjang. Setelah berpisah dan menuju bis kita masing-masing, gue sama Keni akhirnya naik bis MGI jurusan Bandung - Depok (yang ternyata lebih mahal IDR 5000 daripada bis jurusan Bandung-Bogor). Untuk kali ini, perjalanan sukses karena jalur si bis ini hampir sama kayak jalur Cipaganti sesi pertama. Tapi kesimpulan yang gue dapat adalah, mending naik Travel Baraya Buah Batu-Lenteng Agung (IDR 53 ribu + ongkos angkot 2 kali dari ITT) daripada bus MGI Depok, for really -_-"

Yang keempat, gue mencoba naik bis (lagi) bersama Luluk dan Bani (temen SMA) dengan jurusan Bandung - Bogor. Singkatnya, gue udah bikin pernyataan bahwa gue ga bakal pulang naik bis jurusan Bandung - Bogor lagi dengan alasan ; 1. Capek naik angkotnya. 2. Bisnya 'sesuatu' banget, banyak pengamen dan pedagang asongan. 3. Ribet, karena dari Baranangsiang gue mesti naik angkot lagi baru naik kereta untuk sampai ke rumah gue, sementara kalau dari daerah Jakarta, gue hanya perlu naik Kereta doang, tanpa perlu ribet nenteng-nenteng tas buat nyari angkot.

Nah, balik yang kelima nih, paling hemat+nyaman dibanding semuanya, NEBENG!! hahahaha. Tapi gaenaknya, lo harus selalu terjaga selama di perjalanan karena ga etis banget kalo lo ninggalin tidur si sopir (yang notabenenya itu tetangga gue) walaupun si sopir berkata,"Kalau ngantuk tidur aja yan...."

Terus, perjalanan pas balik lagi ke Bandungnya gimana? Hampir sama kayak perjalanan pulang ke rumah. Seringnya gue naik travel Baraya dari Lenteng Agung karena so far menurut gue Baraya ini yang paling ekonomis(tapi sekarang gue sedikit berubah pikiran akibat cerita tetangga gue yang mengatakan kalau Baraya itu travel yang berbahaya....krik)

Yang berkesan itu sewaktu gue pulang ke Bandung naik bis dari Bogor bareng Luluk dan Billy. Jadi ceritanya gue berhasil dihasut mereka berdua buat ikutan pulang naik bis. sebenernya gue mau nolak, mengingat pengalaman buruk gue dengan bis Bandung - Bogor yang waktu itu..... tapi atas nama solidaritas (tsssaaaah) gue pun terhasut buat balik naik bis lagi. Surprisingly, bis dari Bogor itu bagus-bagus!! Asli deh bagusnya itu udah kayak bis pariwisata. Bisnya juga ga terlalu rame. ACnya dingin banget, ada smoking area dan toilet. Oke bangetlah pokoknya. Gue sempet ragu kalo tarifnya itu sama aja kayak bis disgusting yang gue naikin waktu itu. Dan ternyata emang beneran sama tarifnya! Woah senangnya bukan kepalang. Sekarang gue jadi memprioritaskan untuk menggunakan bis dari Bogor kalo mau balik lagi ke Bandung, dengan catatan saat itu barang bawaan gue lagi ga banyak.

Next, gue pengen nyobain balik naik kereta Bandung - Gambir ! Sayangnya jarak ITT-Stasiun Bandung itu bagaikan langit dan bumi. Andaikan cuma beberapa kilometer, gue rasa gue ga bakal berkenalan dengan yang namanya travel Cipaganti, travel Baraya, bis MGI, bis gagak rimang (yang banyak pengamennya itu), dan bis Sejuk Sentosa (gue lupa apa namanya) yang cihuy banget dari Baranangsiang itu......

5 comments:

  1. Salam sejahtera.

    Saya merancang ke bogor pada Januari 2013.
    Perusahaan bus yang mana menyediakan layanan bus dari baranangsiang ke bandung, lewat Puncak.

    ReplyDelete
  2. Wah,, mw info dnk.. klo Bis Bogor Bandung yang "paling nyaman" itu Bus apa? n naiknya dr mana n turun d Bdgny dmn? Btw, ongkosny brp n brp lama perjalanannya?? hehe.. lg butuh infony banget niyh. Thnx b4

    ReplyDelete
  3. Halo semua

    Untuk bis Bogor-Bandung yg lewat Puncak saya tidak tahu, karena saya selalu naik bus dari Baranangsiang dan sepertinya selalu melewati Tol Cipularang. Untuk bis yang paling nyaman menurut saya MGI karena armadanya banyak dan bisnya masih terawat. Dari Bogor naik di terminal Baranangsiang dan turun di Terminal Leuwipanjang Bandung. Ongkosnya 40.000 (terakhir naik bis bulan Februari) dan lama perjalanan sekitar 4-5 jam (tergantung macet dan tidaknya). Semoga informasinya membantu :)

    ReplyDelete
  4. Maaf saya mau nanya. Lebih cepet naik bis atau kereta ya kalo kebandung dari bogor? Trus penginapan yang aman dan murah deket terminal dan stasiun dimana ya? Mohon infonya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dr bogor lebih cepat dan praktis naik bis dr terminal baranang siang :) utk penginapan aku kurang tau ya karena tinggal di kosan jd ga pernah cari tempat penginapan. semoga informasinya membantu :)

      Delete